Bismillaahirrohmaanirrohiim
Menulis memang sudah menjadi hobi saya sejak kelas 2 SMP. Ini awalnya gara-gara teman sebangku saya yang suka sekali menulis cerpen-cerpen misteri di sebuah buku tulis khusus. Begitu khususnya sampai-sampai buku itu sampulnya dikuliti hingga sampulnya menjadi putih, lalu dihiasi dengan tulisan-tulisan bernada horor. Ah, tak mau kalah akhirnya saya ikut-ikutan menulis cerita misteri. Gak tanggung-tanggung saya bikin novel sekalian biar agak panjang :hammer:
Bosan dengan cerita misteri, akhirnya pindah haluan ke novel romansa remaja ala teenlit. Lama-lama kegiatan itu menjadi kebiasaan yang berujung pada hobi baru sampai sekarang. Sekarang saya lebih fokus ke bloggin untuk dunia tulis menulis karena selain untuk media aktualisasi diri juga bisa dibaca orang lain dengan harapan buah pikiran saya bisa bermanfaat bagi mereka.
MEDIA PENGEMBANGAN DIRI
Apa ada hubungan blogging dengan media pengembangan diri? Hmm, saya rasa sih ada. Setidaknya ini yang saya rasakan kurang lebih setahun ini setelah terjun di dunia blogging. Pengembangan diri di sini lebih saya tekankan pada pengembangan pola pikir dan tindakan pengolahan informasi.

sumber gambar: http://customercollege.com/business-blog/
Pengembangan Pola Pikir
Blogging yang baik adalah dengan menggunakan buah pikiran atau tulisan sendiri. Walaupun itu copas dari pihak lain setidaknya biasakan untuk memberi pendapat kita sendiri. Nah, dengan memberikan tulisan sendiri ini tentu melatih otak untuk memahami dan mengungkapkan suatu permasalahan. Kita juga dilatih untuk objektif dalam setiap penulisan kita khususnya jika itu mengenai permasalah tertentu yang sifatnya umum.
Bersifat objektif itu susah lho. Kita harus benar-benar bisa melihat permasalahan dari berbagai sudut pandang sebelum menuliskannya menjadi sebuah konten blog. Walaupun begitu belum tentu objektifitas kita sudah dianggap objektif untuk orang lain. Dengan begitu kita dituntut untuk bersifat terbuka dari kritik atau saran yang pembaca berikan. Efeknya adalah setiap ada permasalahan kita terbiasa untuk melihat dari banyak sudut pandang sebelum akhirnya mengambil tindakan. Tentu dalam kehidupan sehari-hari itu lebih bijak bukan?
Kreatifitas Mengolah Informasi
Melihat dari banyak sudut pandang tentu juga memerlukan referensi penguat. Sebuah informasi yang mungkin kita dapat tidak serta merta langsung kita bagikan. Kita bisa melakukan pencarian beberapa informasi dari sumber berbeda sebagai penguat informasi ataupun sebagai sudut pandang baru. Setelah itu kita bisa mengolah informasi dan menuliskannya ke blog. Jangan lupa, etika blogging menyebutkan bahwa sertakan link referensi jika kita mengutip dari link itu.
Efeknya dalam kehidupan sehari-hari adalah kita bisa terbiasa untuk tidak tergesa-gesa menghakimi sesuatu. Kita terlebh dahulu mengumpulkan informasi-informasi lainnya sebelum bisa memutuskan untuk bertindak. Lebih bijak bukan?
Berusaha Memberikan yang Terbaik
Blog adalah tempat berbagi informasi dan ilmu di internet dan hampir semua orang bisa membaca isi blog kita. Sudah naluri blogger yang ingin blog nya menjadi top rank hasil pencarian search engine atau ingin pengunjung kembali lagi ke blog kita karena mereka menyukai konten kita. Dengan begitu kita dituntut untuk selalu meningkatkan kualitas konten kita. Siapa sih yang gak senang kalo blognya bisa bermanfaat untuk orang lain?
Ini juga secara tidak langsung melatih otak untuk selalu meningkatkan kreatifitas berpikir agar bisa menghasilkan tulisan-tulisan bermutu. Efeknya di kehidupan sehari-hari adalah kita selalu memberikan usaha terbaik kita dalam melakukan suatu pekerjaan :hammer:
Yaa, segitu dulu ya semoga menginspirasi dan bermanfaat bagi semua. Kalaupun ada kekurangan dan tambahan alangkah senangnya saya jika kita bisa berdiskusi di sini.
Repost dari: http://teknomuslim.com/2012/01/blogging-sebagai-media-pengembangan-diri/



Trackbacks/Pingbacks
[...] Blogging sebagai media pengembangan diri 07.27.2012 | 0 [...]